Merasakan hidup sendiri jauh dari orang tua dan sanak saudara, apalagi hidup ditengah2 komunitas lain dengan corak budaya, bahasa dan etnis yang berbeda tentunya sangat tidak nyaman, tetapi itu adalah sebuah risiko dari seorang perantau. Jika ditanah air tinggal dengan orang tua, segalanya sudah terpenuhi, mau makan tinggal bilang ke emak… lapeer, gak ada duit tinggal minta, trus ngabur alias ngeluyur. Beberapa tahun yang lalu saya berusaha memutuskan ketergantungan finansial saya dengan orang tua. Mulai saat itu saya mandiri, sehingga saya merasakan sekali bahwa cari duit itu sulitnya bukan main, jadi teringat betapa megabesar jasa bapak yang telah banting tulang mencari nafkah untuk kebutuhan sandang, pangan dan papan kami sekeluarga, tentunya budi baik orang tua tak dapat kita balas, hanya yang bisa dilakukan adalah meringankan bebannya, mendoakannya, berusaha hidup mandiri adalah salah satunya.

Berbicara masalah kemandirian, tentunya seorang manusia harus memiliki bekal hidup awal yakni skill/keterampilan dan ilmu pengetahuan, ketika manusia telah memiliki bekal tersebut diatas maka dimanapun orang tinggal maka dia akan sanggup menghidupi dirinya bahkan termasuk orang2 sekelilingnya. Orang yang telah mandiri akan berusaha untuk meng-upgrade kualitas hidupnya, ini merupakan sebuah kecendrungan yang natural/sunatullah, bahwa manusia suka akan keindahan, kendaraan yang bagus, rumah yang megah dan pasangan hidup yang cantik. Namun untuk mencapai tujuan dunia tersebut manusia pasti akan dihadapkan oleh masalah2 yang suatu saat kesulitan hidup akan menempa seseorang menjadi seorang yang sabar dan bijaksana.

Saya sedang megalami masa2 sulit itu, semangat yang turun grastis, kondisi finansial yang paspasan sehingga menuntuk kita pandai-pandai memutar otak bagaimana kita bisa melewati kesulitan2 hidup tersebut. Nah.. tip2 dibawah ini adalah sebahagian dari 1001 macam tips hidup hemat.

  1. Makan ala kadarnya, mengapa? karena makan adalah salah satu pengeluaran terbesar dari penghasilan kita. Tapi ingat bukan makan asal2an, tetap menuntut 4 sehat 5 sempurna. Memasak dirumah merupakan upaya penghematan karena jika kita keseringan makan diluar tentunya akan 2-3 kali membobok anggaran belanja rumah kita ( kalau perlu Nyambel bawang aja cukup ).
  2. Kurangi cuci mata, hehehhe(kanggo sik bujang ) maksudnya window shopping. Karena keseringan WS ini akan berakibat kita lebih mudah membelanjakan penghasilan kita untuk barang baru. Padahal barang2 yang ada dirumah masih berfungsi dengan baik.
  3. Gunakan kendaraan umum, oooo wes mestilah, paling enak naik sepeda, kalo cuma sekedar keliling2 kota mah gak perlu naik bis, sepeda adalah kendaraan dengan mobilitas tinggi, sekalian berolahraga.( Bike 2 Work )
  4. Gunakan lampu dengan sensor cahaya, ini sebuah terobosan dalam dunia teknologi sensor. Lampu akan menyala jika ada orang disekitar lampu tersebut, sehingga jika tak ada orang otomatis lampu mati ini akan menghemat biaya pemakaian listrik. Tapi kalo rumah gelap ya maling siap2 pakai lilin aja.
  5. Kurangin telfon dan ber SMS ria. Gunakan telfon untuk hal2 yang penting saja, jika kangen telfon saja beberapa waktu sehingga bisa menghemat pengeluaran. telfon nyari yang gratis saja.
  6. Jika bisa memasak untuk 3 kali makan, lakukanlah. Kurangi memasak lebih dari 1 kali, sehingga dapat mengirit bahan bakar memasak/minyak goreng, gas, listrik, minyak tanah.
  7. Gunakan barang2 selama masih berfungsi dengan baik, rawat barang2 tersebut sehingga tidak rusak sebelum waktunya.
  8. Berolahraga yang cukup menghindari kita mengeluarkan orngkos untuk membayar dokter dan obat, karena kita selalu menjaga kesehatan.( lari pagi,sepeda,dll )
  9. Berusahalah untuk berlibur tidak terlalu jauh dari rumah anda, berlibur tidak harus menyewa dengan menginap 1 minggu, hidup kan liburan anda dengan mengunjungi orang tua handai taulan kerabat, sahabat anda atau sekedar menyapa tetangga anda.